Senin, 19 Mei 2014

Sabun dan Tegangan Permukaan LKM 6


LAPORAN PRAKTIKUM FLUIDA
“SABUN DAN TEGANGAN PERMUKAAN”
LKM 7
 







OLEH:
1.          Sabiili Yuliastuti                                 (12030654205)
2.          Eka Yuliati S                                      (12030654217)
3.          Dewi Puspita Sari                              (12030654220)
4.          Fita Sukma Arini                                (12030654228)
5.          Utari Yulia Ariska                              (12030654237)


PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN SAINS
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2014


SABUN DAN TEGANGANPERMUKAAN
ABSTRAK

Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair untuk menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastic. Tegangan permukaan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah suhu, zat terlarut, dan surfaktan. Sabun adalah surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Tujuan praktikum kami Untuk mengetahui pengaruh penambahan sabun dalam air terhadap teganan permukaan cairan. Metode yang digunakan pada saat percobaan langkah pertama yaitu menimbang massa kawat bagian bawah dengan neraca ohaus dengan variasi 6 kawat dengan massa yang berbeda. Lalu mengukur volume sabun detergen dengan gelas ukur dengan volume 50 ml,75 ml, dan 100 ml, kemudian menuangkan masing-masing kedalam gelasa kimia yang telah berisi air 250 ml. Lalu mencelupkan kawat dalam larutan sabun dan mengangkatnya, kemudian mengitung waktu yang dibutuhkan gelembung untuk pecah. Mengulangi langkah tersebut dengan konsentrasi saun yang berbeda dan juga denga massa kawat yang berbeda untuk tiap konsentrasi sabun. Dari hasil percobaan data yang dapat diketahui  dengan massa kawat 0,6; 1,1; 1,2; 1,3; 1,5 dan 1,6 gram didapatkan nilai tegangan permukaan secara berturut-turut 0,05; 0,091; 0,1 ;0,108 ;0,125 ;1,33 N/m. Kesimpulan yang dapat diambil adalah Nilai tegangan permukaan berbanding lurus dengan massa kawat yang digunakan. Semakin besar massa yang digunakan, maka akan semakin besar pula tegangan permukaan yang dihasilkan. Semakin banyak konsentrasi detergen maka akan semakin besar luas permukaan yang terbentuk oleh zat cair pada kawat sehingga semakin kecil nilai tegangan permukaan.

Kata Kunci : Tegangan permukaan, sabun, surkaktan


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Banyak fenomena-fenomena alam yang kurang kita perhatikan akan tetapi fenomena-fenomena tersbut mempunyai hubungan dengan adanya tegangan permukaan. Sering terlihat peristiwa-peristiwa alam yang tidak diperhatikan dengan teliti misalnya tetes-tetes zat cair pada pipa keran yang bukan suatu aliran, laba-laba air yang berada di atas permukaan air, gelembung-gelembung sabun, pisau silet yang diletakkan perlahan-lahan di atas permukaan zat cair yang terapung, dan naiknya air pada pipa kapile. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya gaya-gaya yang bekerja pada permukaan zat cair atau pada batas antara zat cair dengan bahan lain.
Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida) yang berada pada keadaan diam (statis). Suatu molekul dalam fase cair dapat dianggap secara sempurna dikelilingi oleh molekul lainnya yang secara rata-rata mengalami daya tarik yang sama ke semua arah. Gejala ini yang disebut dengan tegangan permukaan. Tegangan permukaan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah suhu, zat terlarut, dan surfaktan.
Oleh karena itu dilakukan perobaan agar dapat mengetahui pengaruh adanya penambahan sabun dalam suatu larutan pada tegangan permukaan yang dihasilkan dalam larutan tersebut.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan dapat ditentukan rumusan masalah sebagai berikut:
Bagaimanakah pengaruh penambahan sabun dalam air terhadap teganan permukaan cairan?

C.    Tujuan
Adapun tujuan untuk melakukan percobaan ini adalah:
Untuk mengetahui pengaruh penambahan sabun dalam air terhadap teganan permukaan cairan.

D.    Hipotesis
Semakin sedikit detergen yang ditambahkan, maka tegangan pemukaan yan gdihsilkan semakin besar. Dan semakin banyak detergen yan gditambahkan makan teganan permukaan semakin kecil.

BAB II
KAJIAN TEORI

Sabun adalah surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Sabun biasanya berbentuk padatan tercetak yang disebut batang. Penggunaan sabun cair juga telah meluas, terutama pada sarana-sarana publik. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi mudah dibawa oleh air bersih.Di negara berkembang, deterjen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci atau membersihkan (Anonim, 2014).
Surfaktan merupakan molekul yang memiliki gugus polar yang suka air (hidrofilik) dan gugus non polar yang suka minyak (lipofilik) sekaligus, sehingga dapat mempersatukan campuran yang terdiri dari minyak dan air. Surfaktan adalah bahan aktif permukaan, yang bekerja menurunkan tegangan permukaan cairan, sifat aktif ini diperoleh dari sifat ganda molekulnya. Bagian polar molekulnya dapat bermuatan positif, negatif ataupun netral, bagian polar mempunyai gugus hidroksil sementara bagian non polar biasanya merupakan rantai alkil yang panjang (Anonim, 2013).
Tegangan permukaan adalah gaya yang diakibatkan oleh suatu benda yang bekerja pada permukaan zat cair sepanjang permukaan yang menyentuh benda itu. Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair untuk menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastic. Selain itu, tegangan permukaan juga diartikan sebagai suatu kemampuan atau kecenderungan zat cair untuk selalu menuju ke keadaan yang luas permukaannya lebih kecil yaitu permukaan datar atau bulat seperti bola atau ringkasnya didefinisikan sebagai usaha yang membentuk luas permukaan baru. Dengan sifat tersebut zat cair mampu untuk menahan benda-benda kecil di permukaannya.
a.        Persamaan Tegangan Permukaan

Untuk membantu kita menurunkan persamaan tegangan permukaan, kita tinjau sebuah kawat yang dibengkokkan membentuk huruf U. Sebuah kawat lain yang berbentuk lurus dikaitkan pada kedua kaki kawat U, di mana kawat lurus tersebut bisa digerakkan.
Jika kawat ini dimasukan ke dalam larutan sabun, maka setelah dikeluarkan akan terbentuk lapisan air sabun pada permukaan kawat tersebut. Karena kawat lurus bisa digerakkan dan massanya tidak terlalu besar, maka lapisan air sabun akan memberikan gaya tegangan permukaan pada kawat lurus sehingga kawat lurus bergerak ke atas (perhatikan arah panah). Untuk mempertahankan kawat lurus tidak bergerak (kawat berada dalam kesetimbangan), maka diperlukan gaya total yang arahnya ke bawah, di mana besarnya gaya total adalah F = w + T. Dalam kesetimbangan, F = gaya tegangan permukaan yang dikerjakan oleh lapisan air sabun pada kawat lurus.


Misalkan panjang kawat lurus adalah l. Karena lapisan air sabun yang menyentuh kawat lurus memiliki dua permukaan, maka gaya tegangan permukaan yang ditimbulkan oleh lapisan air sabun bekerja sepanjang 2l. Tegangan permukaan pada lapisan sabun merupakan perbandinganantara Gaya Tegangan Permukaan (F) dengan panjang permukaan di mana gaya bekerja (d). Untuk kasus ini, panjang permukaan adalah 2l. Secara matematis, ditulis :

Karena tegangan permukaan merupakan perbandingan antara Gaya tegangan permukaan dengan Satuan panjang, maka satuan tegangan permukaan adalah Newton per meter (N/m) atau dyne per centimeter (dyn/cm).
1 dyn/cm = 10-3 N/m = 1 mN/m.
Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat pada antarmuka dua fase cair yang tidak bercampur. Tegangan antar muka selalu lebih kecil dari pada tegangan permukaan karena gaya adhesi antara dua cairan tidak bercampur lebihbesar dari pada adhesi antara cairan dan udara (Hamid, 2010).
a.        Faktor yang Mempengaruhi Tegangan Permukaan
Pada dasarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya suhu dan zat terlarut. Dimana keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi besarnya tegangan permukaan terutama molekul zat yang berada pada permukaan cairan berbentuk lapisan monomolecular yang disebut dngan molekul surfaktan. Faktor-faktor yang menpengaruhi :
1.      Suhu
Tegangan permukaan menurun dengan meningkatnya suhu, karena meningkatnya energy kinetik molekul.
2.      Zat terlarut (solute)
Keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi tegangan permukaan. Penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas larutan, sehingga tegangan permukaan akan bertambah besar. Tetapi apabila zat yang berada dipermukaan cairan membentuk lapisan monomolecular, maka akan menurunkan tegangan permukaan, zat tersebut biasa disebut dengan surfaktan. Surfaktan (surface active agents), zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena cnderung untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. Surfaktan mempunyai orientasi yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun merupakan salah satu contoh dari surfaktan.
b.        Sturktur surfaktan secara 3 dimensi
Molekul surfaktan yang bersifat amfifil yaitu suatu molekul yang mempunyai dua ujung yang terpisah, yaitu ujung polar (hidrofilik) dan ujung non polar (hidrifobik). Sifat surfaktan yang amfifil menyebabkan surfaktan diadsorpsi pada antar muka baik itu cair/gas (yang tidak saling bercampur).
Surfaktan akan selalu berada pada antar muka suatu cairan (berbeda jenis), bila jumlah gugus hidrofil dan lipofilnya seimbang. Tapi, apabila suatu surfaktan memiliki gugus hidrofil lebih besar lipofil, maka surfaktan akan lebih berada pada fase air dan sedikit berada pada antar muka. Sebaliknya, bila suatu surfaktan memiliki gugus hidrofil lebih kecil dari lipofil maka surfaktan akan lebih berada pada fase minyak dan sedikit berada pada antar muka. Surfaktan dapat digunakan menjadi dua golongan besar yaitu, surfaktan yang larut dalam minyak dan surfaktan yang larut dalam pelarut air. Surfaktan yang larut dalam minyak : Ada tiga yang termasuk dalam golongan ini, yaitu senyawa polar berantai panjang, senyawa fluorocarbon, dan senyawa silicon. Sedangkan surfaktan yang larut dalam pelarut air : Golongan ini banyak digunakan antara lain sebagai zart pembasah, zat pembusa, zat pengemulsi, zat anti busa, detergen, zat flotasi, oencegah korosi, dan lai-lain. Ada empat yang temasuk dalam golongan ini yaitu surfaktan anion yang bermuatan negative, surfaktan yang bermuatan positif, surfaktan nonion yang tak terionisasi dalam larutan, dan surfaktan amfoter yang bermuatan negative dan positif bergantung pada pH-nya.
Surfaktan menurunkan tegangan permukaan air dengan mematahkan ikatan-ikatan hydrogen pada permukaan. Hal ini dilakukan dengan menaruh kepala-kepala hidrofiliknya terentang menjauhi permukaan air. Sabun dapat membentuk misel (miceves), suatu molekul sabun mengandung suatu rantai hidrokarbon panjang plus ujung ion. Bagian hidrokarbon dari molekul sabun bersifat hidrofobik dan larut dalam zat-zat non polar, sedangkan ujung ion bersifat hidrofilik dan larut dalam air. Karena adanya rantai hidrokarbon, sebuah molekul sabun secara keseluruhan tidaklah benar-benar larut dalam air, tetapi dengan mudah akan tersuspensi di dalam air. Larutan surfaktan dalam air menunjukkan perubahan sifat fisik yang mendadak pada daerah konsentrasi yang tertentu. Perubahan yang mendadak ini disebabkan oleh pembentukan agregat atau penggumpalan dari beberapa molekul surfaktan menjadi satu, yaitu pada konsentrasi kritik misel (KMK).
Tegangan permukaan juga merupakan sifat fisik yang berhubungan dengan gaya antarmolekul dalam cairan dan didefinisikan sebagai hambatan peningkatan luas permukaan cairan. Awalnya tegangan permukaan didefinisikan pada antar muka cairan dan gas. Namun, tegangan yang mirip juga ada pada tegangan antar muka cairan-cairan, atau padatan dan gas. Tegangan semacam ini secara umum disebut dengan tegangan antar muka.
(Douglas, 2001)
c.         Hubungan Deterjen dengan Tegangan Permukaan Air
Semua cairan memiliki tegangan permukaan, tetapi tegangan permukaan air lebih tinggi dari yang lainnya. Tegangan permukaan dari air bisa diturunkan dengan penambahan zat pembasah seperti sabun atau deterjen. Sabun dan deterjen adalah surfaktan (zat aktif permukaan). Ketika suatu deterjen ditambahkan ke butiran air dalam permukaan yang berminyak, tegangan permukaan akan menurun, butiran-butiran akan hancur, dan air akan menyebar. Tegangan permukaan cairan dapat didefinisikan sebagai gaya per satuan panjang pada permukaan cairan yang melawan ekspansi dari luas permukaan. Tegangan permukaan cairan γ, berbeda-beda bergantung pada jenis cairan dan suhu. Adanya zat terlarut pada cairan dapat menaikkan atau menurunkan tegangan permukaan tergantung sifat zat terlarutnya. Makin kecil nilai γ suatu cairan, makin besar kemampuan cairan tersebut membasahi benda.
Penelitian mengenai sifat-sifat deterjen dan dampaknya terhadap perairan yang telah dilakukan Manik, J.M (1987), yang menyimpulkan bahwa secara fisika deterjen merupakan zat yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan zat cair. Bhattacharya (2004) telah meneliti tentang studi tegangan permukaan poly (vinil alcohol) yang dipengaruhi konsentrasi, suhu dan penambahan zat chaotropic telah menyimpulkan bahwa suhu dan konsentrasi dapat meningkatkan dan menurunkan tegangan permukaan molekul polimer tersebut. Syahra (2004) telah meneliti pengaruh konsentrasi deterjen komersil dan komposisi linier alkilbenzen sulfonat pada beberapa merek dagang deterjen cair terhadap tegangan antar permukaan air-minyak tanah.


BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

A.    Rancangan Percobaan
 
A.             Alat dan Bahan
1.                  Gelas kimia 500 ml                                                     3 buah
2.                  Kawat loop pengukur tegangan permukaan               6 buah
3.                  Detergen                                                                     225 ml
4.                  Neraca                                                                         1 buah

B.     Variabel Percobaan
1.      Variabel manipulasi    :  konsentrasi detergen
Devinisi operasional   : macam-macam konsentrasi detergen (50 ml, 75 ml, 100 ml)
2.      Variabel kontrol         : panjang kawat
Devinisi operasional   : panjangnya kawat saat kawat tadi di keluarkan dari detergen , hingga membentuk gelembung, sampai gelembung tersebut pecah.
3.      Variabel respon          : tegangan permukaan
Devinisi operasional   : tingkat tegangan permukaan yang dihasilkan.

C.    http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/b/b2/Ohaus-Scale.jpg/500px-Ohaus-Scale.jpgAlur 
 
A.    Langkah Percobaan
Langkah awal adalah menimbang kawat loop bagian bawah dengan neraca ohaus, kemudian menuangkan sabun detergen kedalam gelas ukur, mengukkur sesuai ukuran 50 ml,75 ml, dan 100 ml, kemudian menuangkan kedalam gelasa kimia. Selanjutnya kawat loop tadi dicelupkan kedalam cairan sabun, setelah dicelupkan pada cairan sabun di angkat, pada kawat loop tersebut telah berisi gelembung, menghitungnya dengan menggunakan stopwatch , kemudian diamati sampai gelembung itu pecah , stopwatch dimatikan , mengulangi langkah diatas dengan menggunakan konsentrasi detergen yang berbeda.


 
BAB IV
DATA DAN ANALISIS
      A.    DATA
 
Panjang (Turunnya kawat)= 6 cm
A.    Analisis

            Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair untu menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastis dan dapat menahan benda. Hal ini dikarenakan adanya gaya tarik menarik antara partikel zat cair (kohesi).
            Dalam praktikum ini digunakan alat berbentuk U untuk mengukur tegangan permukaan, dan juga  menggunakan 3 macam larutan detergen dengan volume detergen 50 ml, 75 ml, dan 100 ml.  Berdasarkan  data tersebut, Pada  larutan detergen dengan volume detergen 50 ml menunjukkan pecahnya lapisan elastis (gelembung) lebih lama dari pada volume detergen 75ml dan 100 ml. Hal tersebut dapat terlihat pada kawat dengan massa 1,1 gram dengan panjang turunnya kawat sejauh 6 cm, pada volume detergen 50 ml, waktu yang diperlukan hingga gelembung tersebut pecah adalah 8 menit 9 detik, untuk volume detergen 75 ml dibutuhkan waktu  7 menit 81detik, sedangkan pada volume detergen 100 ml, dibutuhkan waktu 7 menit 8 detik.
            Pada kawat dengan massa 1,5 gram dengan panjang turunnya kawat sejauh 6 cm, pada volume detergen 50 ml, waktu yang diperlukan hingga gelembung tersebut pecah adalah 10 menit 39 detik, untuk volume detergen 75 ml dibutuhkan waktu  8 menit 59 detik, sedangkan pada volume detergen 100 ml, dibutuhkan waktu 6 menit 51 detik.
            Pada kawat dengan massa 1,2 gram dengan panjang turunnya kawat sejauh 6 cm, pada volume detergen 50 ml, waktu yang diperlukan hingga gelembung tersebut pecah adalah 11 menit 99 detik, untuk volume detergen 75 ml dibutuhkan waktu  8 menit 4 detik, sedangkan pada volume detergen 100 ml, dibutuhkan waktu 7 menit 85 detik.
            Pada kawat dengan massa 0,6 gram dengan panjang turunnya kawat sejauh 6 cm, pada volume detergen 50 ml, waktu yang diperlukan hingga gelembung tersebut pecah adalah 12 menit 65 detik, untuk volume detergen 75 ml dibutuhkan waktu  10 menit 46 detik, sedangkan pada volume detergen 100 ml, dibutuhkan waktu 10 menit 36 detik.
            Pada kawat dengan massa 1,6 gram dengan panjang turunnya kawat sejauh 6 cm, pada volume detergen 50 ml, waktu yang diperlukan hingga gelembung tersebut pecah adalah 13 menit 49 detik, untuk volume detergen 75 ml dibutuhkan waktu  10 menit 20 detik, sedangkan pada volume detergen 100 ml, dibutuhkan waktu 8 menit 20 detik.
            Pada kawat dengan massa 1,3 gram dengan panjang turunnya kawat sejauh 6 cm, pada volume detergen 50 ml, waktu yang diperlukan hingga gelembung tersebut pecah adalah 07 menit 80 detik, untuk volume detergen 75 ml dibutuhkan waktu  7 menit 76 detik, sedangkan pada volume detergen 100 ml, dibutuhkan waktu 6 menit 93 detik.
            Hal tersebut dapat diketahui besar tegangan permukaan  dipengaruhi oleh sifat larutan itu sendiri yaitu tergantung banyaknya zat terlarut dalam suatu larutan dan bukan tergantung pada volume larutan. Larutan yang pekat (zat terlarut banyak) akan memiliki ukuran partikel yang besar dan jarak antar partikel yang relative kecil sehingga tegangan permukaannya pun akan kecil. Dalam hal ini, detergen merupakan zat yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan zat cair. Yang membuat detergen bisa menurunkan tegangan permukaan air adalah zat didalam detergen tersebut yang dinamakan surfaktan. 

Grafik




 
BAB V
PEMBAHASAN

            Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair untuk menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastis dan dapat menahan benda. Hal ini dikarenakan adanya gaya tarik menarik antara partikel zat cair (kohesi). Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat diketahui bahwa waktu yang diperlukan gelembung untuk meletus pada volume detergen 100 ml lebih cepat sepersekian detik dibandingkan pada volume detergen 75 ml. Begitu juga pada volume deterjen 75 ml, gelembung juga lebih cepat meletus dibandingkan pada volume deterjen 50 ml. Lama tidaknya waktu yang diperlukan gelembung untuk dapat meletus bergantung pada tegangan permukaan yang dihasilkan dari  masing-masing konsentrasi zat terlarut dalam larutan deterjen tersebut. Dalam hal ini, detergen merupakan zat yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan zat cair. Yang membuat detergen bisa menurunkan tegangan permukaan air adalah zat didalam detergen tersebut yang dinamakan surfaktan. Surfaktan merupakan zat yang dapat mengaktifkan permukaan karena cenderung untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka, surfaktan mempunyai orientasi yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus.
            Hasil percobaan yang kami lakukan telah sesuai dengan teori mengenai tegangan permukaan pada zat cair. Dari data dan analisis di atas besarnya tegangan permukaan bergantung pada massa kawat yang digunakan pada masing-masing percobaan sesuai dengan rumus γ=. Bahwa nilai tegangan permukaan berbanding lurus dengan massa. Semakin besar massa kawat yang digunakan akan semakin besar pula nilai tegangan permukaan yang dihasilkan. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa ketika menggunakan massa kawat berturut-turut 0,6; 1,1; 1,2; 1,3; 1,5 dan 1,6 gram didapatkan nilai tegangan permukaan secara berturut-turut 0,05; 0,091; 0,1 ;0,108 ;0,125 ;1,33 N/m.
            Selain itu, semakin banyak konsentrasi detergen yang ditambahkan, maka akan semakin menimbulkan efek “licin” pada kawat U yang digunakan sehingga kawat geser akan semakin menurun. Turunnya kawat tersebut kemudian juga diikuti oleh menurunnya kerapatan dari lapisan elastis pada gelembung yang dihasilkan. Sehingga gelembung tersebut juga akan semakin cepat pecah atau meletus. Dari hal tersebut, dapat diketahui bahwa menurunnya nilai tegangan permukaan suatu zat cair dapat dilihat dari besar luas permukaan lapisan yang dibentuk oleh gelembung detergen akibat pergeseran panjang kawat. Semakin besar luas permukaan yang terbentuk oleh zat cair maka semakin kecil nilai tegangan permukaan. Hal ini dikarenakan  (jika dilihat dari nilai tegangan permukaan diperoleh) pengaruh konsentrasi pemberian  detergen tidak dimasukkan dalam rumus sehingga seolah-olah pemberian konsentrasi detergen tidak  berpengaruh terhadap nilai tegangan permukaan padahal sebenarnya fungsi dari detergen itu sendiri ketika dilarutkan dalam air yaitu untuk menurunkan tegangan permukaan pada air tersebut.



BAB VI
KESIMPULAN

          Adapun kesimpulan dari pembahasan di atas adalah:
Nilai tegangan permukaan berbanding lurus dengan massa kawat yang digunakan. Semakin besar massa yang digunakan, maka akan semakin besar pula tegangan permukaan yang dihasilkan. Semakin banyak konsentrasi detergen maka akan semakin besar luas permukaan yang terbentuk oleh zat cair pada kawat sehingga semakin kecil nilai tegangan permukaan.


DAFTAR PUSTAKA


Gabriel, J.F. 1996. Fisika Kedokteran. Jakarta: EGC. Giancoli. 2001. Fisika Edisi ke-5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
D, Satya. 2012. Hubungan Detergen dengan Tegangan Permukaan Air . (Onlone), (http://satyad.blogspot.com/2012/02/hubungan-deterjen-dengan-tegangan.html. diakses pada 5 Mei 2014)
Ibrahim, Solihin. 2000. Fisika. erlangga: Jakarta Kanginan, Marthen. Physics for Senior High School 2nd Semester Grade XI. 2010. Jakarta: Erlangga
Rizky.2012. Tegangan Permukaan. (Online), (http://riizky007.blogspot.com/2012/10/tegangan-permukaan.html  diakses pada 5 Mei 2014)


LAMPIRAN



1 komentar:

  1. cairan dengan tegangan permukaan kecil dapat membasahi permukaan, dapat pula cairan dengan tegangan permukaan kecil akan menembus cairan dengan tegangan permukaan lebih besar shg sabun menembus cairan kotoran dan kotoran mudah terlepas oleh gerakan dalam proses mencuci baju.
    Untuk menebalkan lapisan bola pada gelembung sabun agar tidak mudah pecah orang menggunakan cairan gula (gelembung kecil kuat) dan atau cairan sagu untuk gelembung yg diharapkan lebih besar bulatannya.

    BalasHapus